SMK Negeri 2 Wonosari

SMK Negeri 2 Wonosari merupakan SMK Rujukan di Kabupaten Gunungkidul. Sejak berdiri tahun 1975 sampai saat ini, tetap konsisten melaksanakan proses pembelajaran yang berkualitas di Bidang Teknologi Rekayasa dan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Terbukti memiliki siswa-siswi berprestasi yang berlaga di kompetensi tingkat nasional, Asia bahkan dunia melalui ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS), Asian Skill Contest (ASC) dan Word Skill Contest (WSC). Meraih prestasi Juara I dalam Lomba Citra Pelayanan Publik (LCPP) tingkat Nasional pada tahun 2013. Menjadi peringkat 2 Sekolah berintegritas tingkat Propinsi dan peringkat 6 tingkat Nasional pada tahun 2018 dengan nilai indeks integritas 99,63. Bersertifikasi LSPP1 dari BNSP sebagai tempat Uji Kompetensi Keahlian dan telah bekerja sama dengan ratusan Industri berskala Nasional maupun Internasional. Merupakan satu-satunya sekolah di DIY yang diberi kepercayaan oleh PT. Carfix Indonesia membuka kelas Carfix. Mampu menyalurkan alumni masuk ke Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN pada tahun 2020 sebanyak 15 siswa

VISI :

Menjadi SMK Berstandar Industri dan Berkarakter.

MISI:

Terus menerus meningkatkan layanan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja dan mampu berwirausaha dengan mengembangkan nilai-nilai jati diri, prestasi dan harmoni

TUJUAN:

  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga siswa memiliki kompetensi sesuai standar industri.
  2. Meningkatkan pelayanan prima terhadap stakeholders sekolah.
  3. Menciptakan lingkungan sekolah yang mampu menumbuhkan budaya kerja industri.
  4. Mengoptimalkan peran Lembaga Sertifikasi Profesi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaksanaan uji profesi.
  5. Mengembangkan sistem pembelajaran yang mampu membentuk kompetensi abad 21 (Critical Thingking and Problem solving; Creativity and Innovation; Communication; collaboration).
  6. Meningkatkan peran Teaching Factory untuk menghasilkan karya siswa yang layak jual.
  1. Meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga siswa memiliki kompetensi sesuai standar industri.
  2. Meningkatkan pelayanan prima terhadap stakeholders sekolah.
  3. Menciptakan lingkungan sekolah yang mampu menumbuhkan budaya kerja industri.
  4. Mengoptimalkan peran Lembaga Sertifikasi Profesi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaksanaan uji profesi.
  5. Mengembangkan sistem pembelajaran yang mampu membentuk kompetensi abad 21 (Critical Thingking and Problem solving; Creativity and Innovation; Communication; collaboration).
  6. Meningkatkan peran Teaching Factory untuk menghasilkan karya siswa yang layak jual.